|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Rabu, 07 Maret 2012 15:38 |
|
Menurut Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso, pergerakan harga bahan bangunan kini masih labil. Belum bisa diperkirakan, berapa kenaikan harga semen atau besi dari produsen. Tentu komponen ini yang paling berpengaruh terhadap harga jual rumah yang tawarkan pengembang kepada konsumen.
"Naik (harga rumah) iya, tapi berapanya tergantung komponen biaya seperti semen, besi dan baja yang sekarang harganya masih fluktuatif," tuturnya kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (2/3/2012). Setyo menambahkan, pengembang masih menantikan pergerakan harga bahan bangunan stabil. Setelah itu, baru terlihat berapa peningkatan harga rumah baru tersebut.
"Nanti kalau sudah stabil, baru bisa kita hitung. Selama ini untuk semen dan besi paling pengaruh pada high risk(apartemen, ritel, hotel). Sedangkan komponen biaya transportasi yang paling mempengaruhi harga jual real estate.
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Jumat, 24 Pebruari 2012 09:56 |
|
JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah melakukan sejumlah revisi atas persyaratan kredit rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Perubahan itu mencakup kriteria sasaran penerima kredit, nilai maksimal kredit, serta harga maksimal rumah.
Hal itu disampaikan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR terkait dengan pelaksanaan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan perumahan swadaya di Jakarta Kamis (23/2). Kredit rumah subsidi yang digulirkan pemerintah melalui FLPP melibatkan empat bank penyalur, yakni Bank Tabungan Negara, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia. Sumber dana berasal dari dana penyertaan pemerintah dan bank dengan komposisi 50:50, atau berubah dari sebelumnya berbanding 60:40.
|
|
|
|
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
|
Halaman Ke 1 Dari 7 Halaman |